Cerpen 2

                                    Pelajaran kecil, Sukses besar

Budi adalah sebuah anak yang suka buat kode-kode dengan memiliki Impian tech engineer. Ia selalu memiliki mimpi untuk menjadi tech engineer. Dia sudah belajar banyak tentang kode dan cara membuatnya. Walaupun ia sangat unggul di dunia kode, Dia tidak terlalu unggul saat di pelajaran bahasa Indonesia. Dia sering mendapat banyak nilai bahasa Indonesia yang rendah.

Di sekolah, Budi selalu mendapat nilai ujian dan nilai tugas  yang cukup rendah. Budi selalu mendapat kritik dari gurunya bahwa dia kurang belajar dan dia perlu melatih kemampuan bahasa Indonesia dia. Setiap kali budi pulang dari sekolah, dia selalu main game online dan mempelajari kode. Dia sangat jarang belajar bahasa Indonesia walaupun ia selalu belajar pelajaran yang lain.

Budi walaupun tidak unggul di pelajaran bahasa Indonesia, Dia sangat unggul di pelajaran lain. Salah satu pelajaran yang dia paling unggul itu ICT. Walaupun Budi selalu mengeluh bahwa bahasa Indonesia itu repot dan susah, Ibunya selalu mengatakan “Sebuah pelajaran dapat mengarahkan kamu ke sebuah sukses yang lebih besar dari pelajaran itu”.

Saat Budi lulus SD dan masuk SMP, Dia dapat berteman dengan banyak siswa lain yang dapat membantu dia belajar. Tapi temannya Budi tidak terlalu mengajari Budi bahasa Indonesia karena kebanyakan temannya sudah sangat unggul di pelajaran bahasa Indonesia. Walaupun temannya selalu mengajar Budi pelajaran yang lain, temannya Budi tidak tahu cara mereka bisa melatih dia untuk belajar bahasa Indonesia. Dia selalu mendapat nilai yang tinggi di pelajaran lain tapi tidak di pelajaran bahasa Indonesia.

Setelah dia lulus pelajaran SMP, Dia sudah memiliki banyak teman dan pengalam dari masa ke masa di sekolah. Tapi dia selalu tidak ada motivasi untuk belajar bahasa Indonesia. Seperti di SMP, dia selalu dapat nilai bagus di pelajaran lain kecuali pelajaran Bahasa Indonesia. Dia sejak lama selalu mengira bahwa bahasa Indonesia itu bosan dan repot. Dia selalu dibilang guru dan teman-temannya bahwa dia harus konsisten dalam belajar bahasa indonesia.

Walaupun Ibunya Budi sangat terbatas dengan uang, Ibunya selalu menyediakan Budi dengan alat-alat sekolah yang berkualitas tinggi untuk dia dapat belajar dengan lancar. Ibunya juga selalu mendukung dia agar dia dapat mencapai impian dia. Ibunya harus melakukan 2 pekerjaan agar Budi dapat kualitas pembelajaran yang tinggi.

Budi sangat entusiastik pada dunia kode dengan lewat laptop bekas yang hanya bisa menjalankan Linux ringan. Setelah kuliah, dia sempat jadi windows customer support yang masih jauh dari impian dia. Jadi, satu malam Budi melamar pekerjaan yang berhubungan dengan tech engineer. Budi akhirnya ketemu sebuah perusahaan yang mencari orang untuk bekerja sebagai tech engineer di Tech.co . Dia mendapat tanggal untuk dia dapat diwawancarakan agar dia dapat pekerjaan impian dia.

Saat Budi di wawancara, Dia tidak menggunakan kata baku ataupun berbicara dengan benar. Budi berbicara dengan tidak jelas dan mulai gagap saat berbicara dengan pewawancaranya. Pewawancaranya pun juga mulai bingung dengan kata-kata yang diucapkan Budi. Budi pun juga mulai mengucapkan kata-kata yang tidak terkait dengan wawancaranya. Pewawancaranya pun juga terlihat bingung pada beberapa kata yang disampaikan budi. Budi sendiri juga terasa malu dan mulai bingung untuk apa yang dia mau mengucapkan di wawancaranya.

Beberapa hari setelah Budi melakukan wawancaranya, Dia mendapat e-mail yang berkata “setelah beberapa pemeriksaan, Kami memutuskan bahwa anda kurang unggul untuk bekerja disini.”. Budi pun pun merasa bahwa dia perlu belajar pelajaran bahasa Indonesia. Tapi, budi mengingat perkataan ibunya “Sebuah pelajaran dapat mengarahkan kamu ke sebuah sukses yang lebih besar dari pelajaran itu”.

Jadi, budi memulai melakukan les bahasa Indonesia. Tapi budi pun merasa bahwa sebuah les kurang cukup untuk meningkatkan bahasa Indonesianya.Dia juga mulai mempelajari bahasa Indonesia dengan membeli buku-buku yang dapat mengajarkan ia tentang bahasa Indonesia. Dia lahan-perlahan mulai mengerti dan juga meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia nya. Dia mulai belajar bahasa Indonesia baku, Sinonim, Antonim, dan aksen yang jelas. Ia juga mulai melatih dia sendiri agar dia tidak gagap saat berbicara bahasa Indonesia. Dia belajar untuk tiga bulan agar dia dapat kesempatan agar dia dapat masuk ke pekerjaan impian nya. 

Satu hari saat Budi les bahasa Indonesia, budi bertemu dengan Kari. Budi melihat Kari yang sedang melakukan PR fisikanya dia, jadi Budi membantu kari lakukan PR nya. Kari mengucapkan terima kasih ke budi untuk membantu PR nya. Kari lalu mengucapkan “eh budi, kenapa kamu les bahasa Indonesia ya ?”.Dan budi mengucapkan “karena saya mau masuk ke pekerjaan impian saya. Kemampuan bahasa Indonesia saya kurang bagus”.

Setelah budi selesai melakukan les bahasa Indonesia, Budi langsung mengambil les berbicara. Di les berbicara, dia melatih cara mengurangi tekanan saat berbicara. Di les berbicara, Budi juga latihan untuk mengingat poin-poin penting yang dia akan ucapkan saat dia diwawancarakan lagi. Dia melakukan les ini untuk selama 2 bulan agar dia dapat hasil yang maksimal saat dia diwawancarakan lagi.

Akhirnya setelah lima bulan, Dia kembali mencari lamaran pekerjaan yang berhubungan dengan tech engineer. Dia juga melihat bahwa tech.co juga sedang mencari orang yang dapat menjadi tech engineernya juga. Dan Budi Mengaplikasikan pekerjaan itu satu kali lagi. Budi dapat tanggal untuk dia dapat diwawancara. Budi berlatih untuk satu kali lagi agar dia dapat hasil yang maksimal saat dia diwawancarakan.

Beberapa hari setelah Budi mengaplikasikan pekerjaanya, Budi memulai laptopnya untuk melakukan wawancara nya dia. Saat budi diwawancarakan, Budi berbicara seperti profesional. Dia berbicara dengan sangat rapi dan dia pun tidak gagap saat berbicara. Budi menjelaskan semua poin penting dengan jelas dan singkat. Pewawancaranya pun juga terkesan dengan cara Budi menjelaskan poin nya.

Beberapa hari setelah wawancara itu, Budi mendapat e-mail yang mengatakan “setelah beberapa pemeriksaan, Kami memutuskan bahwa kamu unggul dan masuk ke pekerjaan kami sebagai tech engineer.”. Budi pun sangat senang bahwa dia dapat bekerja sebagai tech engineer, pekerjaan impian nya. Budi memberitahu ibunya bahwa dia masuk pekerjaan impian-nya. Ibunya Budi sangat senang dan bangga bahwa anak-nya dapat pekerjaan impian nya. Budi lalu mulai mempersiapkan barang-barang yang dia perlu untuk kerja. Dia mulai membeli laptop baru, charger baru, mouse baru, dan lain-lain.

Seminggu setelah Budi mendapat e-mail bahwa dia dapat bekerja, Budi pamit ke Ibunya bahwa dia akan berangkat ke tempat kerja dia. Budi lalu berangkat dari rumah ke kantor nya menggunakan motor Ibunya. Dan di jalan, Budi mengingat perkataan ibunya yang mengingatkan bahwa sebuah pelajaran dapat mengarahkan ke sesuatu sukses yang lebih besar.

Tamat


Komentar